you can’t lose what you never had
Juni 27, 2008
aku ingat hari itu 2 tahun lalu..jalan ini begitu basah, habis hujan kurasa.
aku ingat rasanya, siang itu aku melakukan hal terberani sekaligus cukup memalukan (bagiku). Beberapa temanku yang mengetahuinya mengatakan bahwa mereka bangga padaku, beberapa mengatakan aku gila.
aku ingat rasanya, jalan begitu basah dan hawa begitu dingin,sedingin perasaanku. Apa yang terjadi hari itu sudah kuramalkan.
hari ini,jalan ini masih sama,masih basah dengan hawa yang dingin menusuk. Aku sendiri,dan masih sendiri, rasanya juga masih sama,menggelitik dan akan hancur.
langkahku yang penuh senyum itu mungkin jadi awal, mungkin jadi akhir, semakin kuingat, sunggingannya begitu memilukan.
kamu bisa mengambil semua waktu yang ada, dan kamu bisa hanya mengambil satu detik darinya, namun ketika bukan itu adanya, tidak ada rasa sesal ataupun marah, hanya bahagia yang terendap..
dan seperti orang melayu bilang, you can’t lose what you never had
.a.
Juni 27, 2008
terluka hati karna asa terlena hati karna rasaaku menepi tak tersadar menunggu yang tak ada menunggu yang tak disana apalah arti jiwa jika rasa, asa dan bara tak lagi bersatu terkoyak terlempar tak berdusta menyisakan setetes tangis dan segelak tawa aku bukanlah aku aku tak lagi aku aku.. kini hanyalah aku sebuah jiwa terlunta yang terkubur di ujung sana
berlari
Juni 27, 2008
aku berlari..
berlari terus menuju kesana
secepat-cepatnya, sekencang-kencangnya
sampai matahari tak sempat membakar kulitku, bahkan hujan tak sempat membasahi diriku..
berlari berlari..terus berlari..
kamu yang ada disana..tunggu aku yaaa ![]()
kah?
Juni 27, 2008
menangis diri di sunyikah
mimpikan diri di lelapkah
melamun diri di jauhkah
pelukan hasrat tak terbendung
berharap pulang kembali ke relungmu
did i?
Juni 27, 2008
hening itu kini milikku..lagi..
saat sebuah rasa tak lagi ada
atau tak lagi terasa ada
kata yang perlu terucap terhambat dan tak terkoyak untuk keluar
apalah arti sebuah rasa jika percaya tak berada
katanya..
aku tak kenal dan tak ingin kenal
diriku yang sekarang yang tak butuh dan tak perlu rasa itu
aku yang ingin sendiri
aku yang senang sendiri
sosok itu ingin menemaniku dlm heningku
namun pagar besi dan tembok tinggi ini menghalangiku
pagar besi dan tembok tinggi yang mereka sebut BENCI
di Hati
Juni 27, 2008
Asa itu pernah kubuang jauh-jauh
seiring titik-titik air yang menyadarkanku akan jauhnya apa yang ingin kugapai
Tapi 3 terbit dan tenggelam ini mengingatkanku pada sebentuk asa yang dulu kupunya
Asa yang ternyata masih disini
Lama yang ada justru membuatnya semakin berakar
Hasrat terdalam yang terpendam masih menyisakan 1 mimpi yang tertuang,
tapi sadar yang kupunya melemparkanku kembali ke realita bahwa ‘dia’ bukan untukku..
Akankah dia untukku?
Sebuah anggukan takdir kini kubutuhkan,
kalaupun waktunya sekarang, jadi pendosa pun tak apa
aku tak akan terpukul mundur,
karena tak bisa dan tak akan pernah bisa untuk mundur.
Aku disini..
Menanti..
Bermimpi..
Masih..
Sampai ‘dia’ yang telah menjadi sebagian dari udara yang kuhirup
mampu membangunkanku dan membawaku ke tempat lain
ke dunianya..
Sampai ‘dia’ dapat kupeluk erat,disini..
di tempat ternyaman, yang bisa kuberi..
di Hati..
Mrs.x : “Lo ga pernah bisa berhenti punya perasaan itu ya?”
indahku
Juni 27, 2008
indahnya tak kan pernah seindah indahku..
Indahku adalah detik2 dmana aku bsa merasakn degup jantungku yang berdetak semakin keras..
indahku adalah detik2 dimana aku dapat tersenyum dan merasakan bahwa dunia tersenyum padaku..
indahku adalah detk2 dimana hatiku serti ingin berpesta..
dan detik2 dmn semuanya ini aku rasakan saat aku dapat memandang dirinya, seutuhnya..
hanyalah
Juni 27, 2008
ketika aku adalah aku
apalah arti sejejak kaki
sebungkus tangan yang meronta
berharap ada yang menemani, atau bahkan menyambutnya
ketika dia hanyalah dia
senyum dan tangis tak lagi beda
sunggingan dan tetesan menjadi kesatuan yang tak tercerai
asa bersatu tak tergapai
ketika aku hanyalah aku
dan dia hanyalah dia
haruskah?
Juni 27, 2008
aku tertawa tanpa suara
menangis tanpa air mata
ketika yang dulu tak lagi ada
ketika yang indah tak lagi bisa
haruskah akhirnya ku berkata
“menyerahlah akan aku”
juga milikku
Juni 27, 2008
untuk seorang teman..
satu sisi ini yg terus berkembang mampu menutupi pandanganku dari sisi yg lain
yang tak pelak lagi membuatku semakin ingin berada di tempat lain,
tidak di sisi ini
rasa bahagia itu yang mampu membuatku bertahan,
memaksaku memilih untuk tetap berada disini atau pergi dan tak berada di mana-mana
tetapi masih dengan membawa sebuah harapan untuk dapat memaksakan diri mematikan sebuah asa dan membangkitkannya di tempat lain
memaksa diri untuk bisa tetap tersenyum sampai nanti disana bisa tersenyum
tapi harapan besar akan senyum dan bahagia disana justru membuatku semakin membenci diriku
karena harapan besar untuk tersenyum dan bahagia juga milikku..